Si Pitung Banteng Betawi
Si pitung sudah merasakan banyak
keanehan pada kampung nya, pada saat itu duit penjualan kambing ko aji
di curi orang yang tidak bertanggung jawab, si pitung pun merasa
kebingungan. Jiih temanya pitung membongkar patok tanah yang dipasang
oleh bapak longseng karena melarang untuk bertani.
Si pitung pun menghampiri ko aji untuk memberi tahu bahwa duit atas
penjualan kambing dan tabungan persediaan menikah dengan aisyah wanita
yang dicintai itu hilang dicuri orang. Anak buah bapak longseng menemui
jiih dan memberi peringatan kepadanya patok tanah yang ditanamkan, tapi
jiih melawan dan pitung melawan mereka, warga pun semakin tenang akan
pembelaan jiih dan pitung, uang yang hilang itu telah ditemukan dan
ternyata yang mencuri nya si komar anak buah longseng.
Pada malam hari Si pitung dan jiih mendatangi markas bapak longsen yang
dijaga oleh anak buah, pitung dan jiih bermaksud mengambil harta yang
telah diambil oleh bapak longseng untk dikembalikan kembali kepada
warga. Anak buah longseng berteriak rampok yang membuat para kompeni
bersiaga dan mencari pitung dan jiih. Adu tembak menembak pun terjadi,
si pitung berhasil menundukan para kompeni tersebut. Lalu si pitung dan
jiih membagikan uang kepada setiap warga untuk menebus tanah yang
digadain ke tuan tanah.
Kompeni dan menir nya terus memburu si pitung ke setiap rumah dan
menanyakan keberadaanya. Pitung dan jiih pun berhasil melarikan diri
dari pemburuan para kompeni. Si pitung dan jiih merencanakan dengan
warga untuk merampok khususnya untuk tuan tanah dan sebangsanya,
perampokan itu tidak untuk memperkaya diri, melainkan untuk warga yang
tertindas.
Dikala itu si pitung menyamar jadi kompeni demang meester untuk
merampas dari orang yang selalu merampas warga yang nelayan, si pitung
dan kawan-kawan nya berhasi mengambil barang-barang berharga dan si
pitung memberikan surat bahwa sanya harus mendatangi demang meester.
dari hasil itu si pitung membagi-bagi kan kepada warga. Saadin juragan
tukang serong pun mendatangi demang meester dan memberikan surat yang
kemarin dia kasih, juragan itu menanyakan barang berlian yang diambil
demang meester. Demang pun merasa kebingungan dan juragan itu ternyata
telah ditipu oleh si pitung yang menyamar menjadi demang meester.
Babeh siti lalu ditangkap oleh kompeni karena dia memakai kain berwarna
merah yang punya si pitung, babeh nya dibawa ke polisi, lalu si pitung
dan pak aji mendatangi untuk membela pak tua itu lalu pitung ditangkap
oleh kompeni. Pak aji menyampaikan pesan kepada jiih akan penangkapan
si pitung. Jiih pun tidak tinggal diam, dia menghampiri tmpat
penyekapan si pitung. Dalam penyekapan, sipitung berhasil meloloskan
diri bersama jiih.
Ternyata ada perampokan yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal
atas nama pitung, perampokan itu terdengar samapi telinga para kompeni
yang membuat menir marah dan mencari si pitung. Si pitung dan jiih
pergi ke depok untuk mengambil harta si tokek yang sering meresahkan
warga. Pitung mempunyai perasaan yang tidak enak lalu dia pulang ke
kampung dan menemui aisyah, perasaan pitung pun terungkap.. Gadis yang
dicintainya aisyah sudah dilamar oleh ki demang meester. Si pitung pun
tidak tinggal diam dengan hal itu, pada saat ki demang akan pernikahan
diselenggarakan aisyah pun dibawa oleh pitung.
Si Pitung
Berbeda dengan cerita lenong , Si
Pitung tidak meninggal. Ia bak koboi yang menyelesaikan satu masalah
dan pergi. Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) yang berguru pada H.Naipin
(M.Panji Anom), mendapat kekuatan untuk melawan penindasan yang
dilakukanpara tuan tanah terhadap rakyat kecil. Dengan bantuan
sahabatnya, Djiih (Sandy Suwardi), ia menghajar centeng-centeng bayaran
para tuan tanah. Begitu juga opas-opas kompeni. Komandan Polisi Kompeni
(A.Hamid Arief), mendapat jalan untuk menghalangi Pitung. Pacar Pitung,
Aisyah (Paula Rumokoy) dijadikan istri ketiga Demang Meester (H.Mansjur
Sjah).